Gambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Curahan Hati Wanita Berhijab, “Ukhti, Kami bukan yang paling baik, justru dengan hijab kami berusaha menjadi lebih baik”

Tulisan ini aku buat untukmu, saudariku. Semoga kita bisa terus bersama dalam perjalanan menuju ridha-Nya : )

Hijab, saat melihatmu aku seperti memiliki ketertarikan yang telah tertanam kuat di dalam hati. Terasa basah pelupuk mata teringat akan kenangan di masa dahulu, saat wajahku terbalut indah karenamu. Inginku untuk selalu bisa bersama denganmu, hingga habis masa hidupku.
Hijab, bagiku engkau adalah pemicu semangat untuk tetap berada dalam koridor keislaman. Engkau merupakan saksi tentang perjalanan dan kecintaanku terhadap Tuhan.
Meski harus habis diri ini menerima cloteh dan caci maki, aku tak peduli. Meski harus terus menerima pandangan sinis dari para pembenci, aku tak peduli. Bagiku engkau adalah saksi betapa aku mencintai sang Rabbi.
Janjiku untuk selalu tetap tegar bersamamu, mempertahankan sesuatu yang sudah menjadi ketentuan Tuhanku. Semoga denganmu aku bisa menjadi wanita yang lebih baik, dan semoga denganmu aku bisa mendapatkan ridha dari Tuhanku.


 

Bagi Kami Hijab Bukanlah Sebuah Tuntutan, Melainkan Tuntunan dari Tuhan Agar Kaum Hawa Dapat Terhindar Dari KejahatanGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Meskipun di luar sana banyak yang mengatakan bahwa hijab adalah sebuah kekangan bagi kami, kaum wanita dalam Islam. Sungguh kami tidak merasakan demikian. kami tidak pernah merasakan hijab sebagai suatu kekangan.
Kami berhijab karena kami cinta kepada Tuhan kami. Kami ingin untuk selalu bisa dekat dengannya. Kami merasakan sebuah kedamaian dan ketentraman. Kami merasakan adanya penjagaan atas diri kami dari setiap kejahatan.
Dahulu, Saat kami masih menggunakan pakaian fenim sebagai gaya busana harian, kami selalu khawatir saat ingin berjalan melalui jalanan yang sepi. Mata-mata dari para lelaki yang seperti menerawang ke dalam tubuh kami, membuat kami risih.
Jauh beberda dengan sekarang, dimana keadaan selalu terasa begitu menyenangkan. Kami selalu merasa aman walau harus melewati jalanan yang sepi dan menyeramkan. Bahkan kami sering mendapatkan bantuan dari saudara-saudara seiman ketika berada di dalam perjalanan. Mulai dari ucapan salam, sepotong roti untuk makan, hingga tumpangan kendaraan.

Walau Beberapa Pekerjaan Tidak Menerima Kami Yang Berhijab, tapi Sampai Sekarang Kami Masih Bisa Hidup dengan Layak Tanpa Terlalu Khawatir Kebutuhan Finansial

Gambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab
Terkadang beberapa profesi pekerjaan tidak menerima kami yang berhijab. Bahkan tak jarang kami harus dipecat atau keluar dari pekerjaan, lantaran keputusan kami untuk hijrah dan berhijab. Emansipasi wanita dan Hak asasi manusia yang sering didengungkan, jarang sekali kami dapatkan.
Tapi Alhamdulillah walaupun keadaan demikian, kami tak pernah merasa sekalipun kekurangan akan kebutuhan pangan dan finansial. Walau pada suatu waktu kami tidak mempunyai pekerjaan dan tabungan. Kami tetap bisa hidup layak dan makan dengan menu berkecukupan.

Percaya atau tidak, Kami Justru Ingin Tetap Berpenampilan Sederhana Dengan Hijab yang Kami Gunakan. Menjadikan Hijab Sebagai Perhiasan Dalam PenampilanGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Menggunakan hijab adalah suatu yang kami senangi. Pakaian sederhana dibalut dengan kain kerudung sudah cukup membuat kami tampil rapih. Tapi lebih dari itu, penilian yang baik dari sisi Tuhan, membuat kami semakin termotivasi untuk selalu menggunakan hijab dalam keseharian.
Sebenarnya, kami juga senang saat ini hijab menjadi fashion yang banyak digemari. Banyak perempuan yang tampil bangga saat menggunakan hijab-hijab mereka, membuat kami begitu bahagia. Tapi semakin hari kami merasakan sesuatu yang hilang, esensi dari hijab yang tergantikan oleh model yang terus ter-update dan menjadi trend.
Hijab yang seharusnya menjadi penutup aurat kaum hawa, dan yang seharusnya merupakan bagian dari menjalani perintah Tuhan. Saat ini justru mengalami kemunduran dan kemerosotan jauh dari segi nilai yang disyariatkan. Kini justru hijab lebih banyak dijadikan sebagai trend fashion tanpa memperdulikan dan menimbang kembali, apa fungsi asli dari hijab itu sendiri.
Hijab yang seharusnya menjadi “benteng” kini beralih fungsi hanya sebagai trend yang tanpa memperhatikan standar-standar yang harusnya dipenuhi.
Bagi kami berhijab tak perlu terlihat modis, cukuplah terlihat rapih di mata manusia, dan terlihat indah di mata Tuhan.

Kadangkala Ada Beberapa Kejadian yang Cukup Menyenangkan, Seperti Ketika Kami Harus Mengangkat Bagian Bawah Rok Panjang Agar Terhindar dari Rantai KendaraanGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Bagi sebagian orang mungkin menganggap kami yang berhijab, akan sangat kerepotan terhadap beberapa hal. Tapi justru kami menganggap hal-hal yang kalian anggap sebuah kerepotan, menjadi sebuah tantangan yang mengasyikan.
Tidak banyak orang yang bisa merasakan betapa serunya ketika kami menaiki kendaraan bermotor, dengan posisi menghadap kesamping yang memacu adrenalin, juga dalam waktu yang bersamaan kami tetap membagi fokus agar bagian bawah rok kami tidak tersangkut dalam putaran rantai kendaraan.
Atau ketika kami harus berlari dengan cepat, tapi justru kami hanya bisa berlari dengan lambat. Kemudian teman-teman kami akan berteriak “ayo dong buruan, lama banget sih” dengan nada setengah candaan. Justru hal-hal itu yang menjadi kenangan indah yang tak pernah kami dapatkan dahulu, ketika kami masih dengan santainya berpakaian feminim.

Tapi Ukhti, Kami Bukanlah Orang yang Telah Sempurna Tentang Agama dan Cara BeraqidahGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Ukhti, jangan engkau berfikir bahwa telah sempurna keimanan dan aqidah kami hanya karena kami telah berhijab. Kami tidak akan sanggup untuk mendapati seharipun yang tidak ada kesalahan di dalamnya.
Kami hanyalah wanita biasa sama seperti kalian. Kami sering juga melakukan kesalahan-kesalahan.
Ukhti, jangan pandang kami sebagai orang yang kokoh dalam agama hanya karena hijab kami, sehingga engkau begitu “cekatan” dengan setiap kesalahan yang ada pada kami.
Ukhti, kami berhijab karena ingin berusaha untuk menjadi wanita yang lebih baik. Jangan nilai kami sebagai seorang yang faqih hanya lantaran hijab kami.

Kami Juga Bisa Merasakan Amarah, Ketika Merasa Sesuatu Yang Bersifat Prinsip Telah TerhinaGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Ukhti, jangan engkau anggap kami sebagai mahkluk suci seperti para malaikat disana yang tak mempunyai nafsu dan amarah. Kami hanya manusia biasa yang terkadang kehilangan kendali fikiran dan batas kesabaran.

Ukhti, Maafkan Kami Jika Prinsip-Prinsip yang Kami Pegang Terlalu Kaku di Dalam PandanganmuGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Maaf jika beberapa prinsip yang kami pegang teguh terlihat begitu kaku dalam pandanganmu. Ketahuilah ukhti, beberapa dari prinsip yang kami teguh adalah bagian dari kepercayaan kami, terhadap agama kami. Engkau akan paham nanti betapa pentingnya sebuah kepercayaan, dalam menjalani sebuah kehidupan.
Kami juga ingin bisa sepertimu ukhti, bebas melakukan segala hal tanpa perlu banyak aturan. Tapi ukhti, engkau juga nanti akan paham betapa pentingnya sebuah peraturan, dalam kehidupan. Engkau pasti akan paham betapa pentingnya sebuah kepercayaan dan peraturan dalam menjalani sebuah kehidupan. Meskipun terkadang keduanya terasa membosankan, tapi hidup tanpa mereka adalah sebuah kesalahan fatal.

Meski Kita Berbeda Dalam Cara Berpakaian, Tapi Engkau Tetaplah Bagian dari Wanita Muslimah yang Wajib Kami Cintai dan Sayangi

Gambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Ukhti, bagi kami engkau tetaplah saudari kami. Saat engkau menyatakan keislaman, engkau telah masuk dan menjadi bagian dalam ikatan kekeluargaan. Tak peduli tentang status dari etnis mana engkau berasal, di daerah mana engkau tinggal, atau di posisi mana strata sosial. Engkau adalah bagian dari keluarga yang wajib kami cintai. Terlepas dari jenis pakaian yang engkau kenakan, atau gaya hidup yang engkau terapkan.
Ukhti, maafkan jika terkadang dakwah kami menyinggung hatimu. Kami hanya ingin mengajakmu kedalam lingkaran yang lebih indah, bersama para saudari muslimah yang saling mencintai. Maafkan kami jika terkadang dakwah kami membuatmu kesal dan geram. Kami hanya ingin engkau menikmati secara nyata rasa cinta kami.
Karena bagi kami, bukanlah seseorang yang saling mencintai ketika membiarkan seseorang yang dia cintai, berada dalam posisi yang tidak menggembirakan dan “rawan”.

Tidak Ada Mahkluk Yang Sempurna di Dunia Ini, Kami Justru Juga Ingin Berproses Untuk Menjadi Wanita yang Lebih Baik LagiGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Ketahuilah wahai saudariku, meski diluar sana banyak berbagai macam anggapan tentang kami. Anggapan bahwa kami yang menggunakan hijab, adalah wanita yang telah faqih dalam agama kami. Sungguh semua itu mutlak tidak bisa dibenarkan.
kami hanya wanita biasa sama seperti kamu dan yang lainnya. Di banyak waktu, kami sering melakukan kesalahan-kesalahan. Kami juga terkadang merasa kesal atas sikap dan tindakan yang telah dilakukan beberapa orang.
Begitu banyak spekuals, bahwa kami yang berhijab adalah mahkluk yang sempurna dan tak pantas bebuat salah dan dosa. Sungguh, menjalani hidup tanpa salah adalah sebuah kemustahilan yang tak akan pernah kami dapatkan.
Ketahuilah saudariku, Bagi kami hijab adalah suatu langkah awal yang harus kami lakukakan, ketika ingin berubah menjadi wanita yang lebih baik dalam bimbingan syari’at dari Tuhan.

Ukhti Menggunakan Hijab Tidak Perlu Menunggu Akhlak yang Sempurna, Karena Akhlak yang Sempurna dan Tanpa Cela Adalah Hal yang Mustahil di DapatkanGambar Ungkapan Hati Wanita Berhijab

Saat fikiran untuk menggunakan hijab datang menghampiri, yakinlah kalau itu merupakan bentuk kasih sayang Tuhan yang menginginkan kembalinya diri ini . Kembali menjadi pribadi yang engkau senangi, seperti ketika melakukan kebaikan-kebaikan di masa kecil dahulu.
Yakinlah bahwa pada sat itu Tuhan menginginkan kebaikan terjadi dalam hidup kita. Pertemanan dengan wanita-wanita shalehah yang akan menuntun untuk tetap menjadi pribadi yang baik, mengingatkan ketika kita dalam keadaan lalai, dan terus memotivasi ketika kita mempunyai ide kebaikan.

 

Ukhti, hentikan alasan yang mungkin datang dari syaitan, seperti “Aku ini masih banyak melakukan kesalahan”, “apakah aku ini layak untuk menggunakan hijab dengan perilaku-perilaku yang masih aku lakukakan”, atau alasan-alasan lain yang justru terus mengekang, sehingga sulit bagi kita untuk bisa mengambil keputusan.
Ukhti, tidak ada manusia yang sempurna dan terlepas dari kesalahan, bahkan wanita terbaik seperti ibunda Aisyah R.A juga pernah khilaf dan marah. Beliau juga pernah membanting piring yang berisikan makanan dihadapan para sahabat, ketika merka sedang bertamu dan belajar bersama Rasul.
Ukhti, terimalah kasih sayang Allah dengan rasa hati yang ingin kembali kepadanya. Hentikan bisikan syaitan yang berusaha menghalangi dengan segala alasan-alasan fiktif yang ada.
Ukhti, semoga Allah senantiasa merahmati kita dan menguatkan iman kita saat telah bulat tekad untuk kembali kepadanya.
#Salam Ukhuwah Islamiyah
Bantu penulis untuk menyebarkan konten ini, dengan membagikan pada sosial media yang kamu punya.


Sumber gambar :

  • Google images
  • Photgography R AS
  • Beritabulukumba.com
  • Idntimes.com
  • lukihermanto.com

Leave a Comment