Kisah Nyata Biografi Perjalanan hidup

Sore itu, di tahun 1998 hujan terlihat terus menari membasahi tanah tandus nan gersang, mengisi tempat di lubang cekung tanah yang kosong.
Suasana hujan yang dingin menambah sunyi tempat ini, dari kejauhan terlihat seseorang lelaki muda berlari menuju sekumpulan orang yang sedang berjaga di pos siskamling warga, dan kemudian dengan nada serak dan emosi yang tertahan dia menyampaikan bahwa terdapat satu Mayat lagi dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat dan mulut yang tersumpal kain hitam, persis seperti mayat – mayat sebelumnya.

Cilincing, Jakarta Utara sebuah wilayah pesisir laut di pinggiran Jakarta yang terkenal dengan kesunyian dan keseramannya, entah sudah berapa mayat yang terdampar dengan kondisi yang selalu sama, dengan kaki dan tangan yang terikat dan kain hitam yang terselip dimulut.

 

Banyak rumor beredar bahwa mereka adalah korban dari “ ketegasan ” pemerintahan H. M. Soeharto, ada pula yang bilang bahwa mereka adalah korban dari para pembunuh bayaran, entahlah tapi yang pasti kematian mereka menambah daftar jumlah tanya dan keseraman tanah ini.

” Tidak jauh dari tempat pembuangan mayat itu, sekitar 200 M adalah tempat Keluargaku tinggal, Ibu, Ayah dan 5 Orang yang kelak akan menjadi Saudaraku kandungku”

Proses kelahiran

Sebenarnya, tidak ada yang terlalu special dalam proses kelahiranku, hanya saja dahulu Ibu pernah bercerita bahwa tepat 1 hari sebelum kelahiranku Ibu bermimpi bertemu dengan seseorang perempuan berjubah putih yang mengaku sebagai “ Penjaga desa “ itu , kemudian dengannya Ibu diajak berkeliling dan di beritahukannya tentang beberapa hal termasuk tentang penyebab beberapa kasus pembunuhan yang terjadi di daerah itu, tempat – tempat ruh yang belum bisa kembali karna Jasadnya yang belum terkubur atau biasa disebut sebagai “ Arwah Gentayangan “, Hingga berita tentang akan lahirnya seorang anak laki – laki terakhirnya yang dengannya Ibu bisa hidup lebih baik dan lebih bahagia, baik secara materil maupun Non materil.

Sempat aku berfikir tentang siapa sosok yang mendatangi Ibu di hari sebelum kelahiranku itu, Malaikat kah? Atau salah satu dari Ruh gentayangan itu. Entahlah, tapi yang jelas Ibu pasti menaruh harapan yang sangat besar kepadaku, untuk bisa benar – benar membahagiakannya membuat kehidupannya jauh lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Tinggalkan komentar